Uji Gagasan dan Berpikir Kritis, Tim Debat MAN 1 Kota Gorontalo Amankan Tiket Menuju Tingkat Provins

Uji Gagasan dan Berpikir Kritis, Tim Debat MAN 1 Kota Gorontalo Amankan Tiket Menuju Tingkat Provins

GORONTALO – Delegasi debat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Gorontalo sukses mengukir prestasi gemilang dalam dua kompetisi bergengsi sekaligus, yakni Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan National Schools Debating Championship (NSDC) tingkat Kota Gorontalo tahun 2026. Lewat performa impresif dalam adu argumen dan ketajaman berpikir kritis, tim madrasah ini berhasil memborong penghargaan individu serta tim, sekaligus mengamankan tiket resmi untuk melaju ke kompetisi tingkat Provinsi Gorontalo.

Pada ajang LDBI, Anirsa Nur Nahrisya sukses menyabet predikat Pembicara Terbaik 3 (3rd Best Speaker) yang membawanya lolos ke seleksi tingkat provinsi, sementara tim LDBI MAN 1 Kota Gorontalo berhasil mengukuhkan posisi sebagai Tim Terbaik 2. Dominasi ini berlanjut pada kategori debat berbahasa Inggris (NSDC), di mana Muhammad Raqqat Engahu juga meraih penghargaan 3rd Best Speaker dan melenggang ke tingkat provinsi, melengkapi keberhasilan kolektif tim NSDC yang keluar sebagai 2nd Best Team.

Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Dr. Karjianto, M.Pd., menyatakan bahwa pencapaian ini menegaskan kualitas kurikulum serta iklim kompetisi yang sehat di lingkungan madrasah dalam merespons tantangan global.

"Alhamdulillah, prestasi ini menjadi kebanggaan besar bagi keluarga besar MAN 1 Kota Gorontalo. Kemampuan berargumen secara logis dan ilmiah adalah keterampilan abad ke-21 yang sangat kami tekankan. Capaian ini membuktikan bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga sangat kompetitif dan adaptif dalam penguasaan literasi serta kemampuan berpikir kritis di tingkat publik," ujar Karjianto.

Keberhasilan mengawinkan gelar dalam dua rumpun bahasa yang berbeda ini tidak lepas dari strategi pembinaan taktis yang diterapkan secara berkala di internal madrasah. Pola latihan yang terstruktur dan simulasi mosi yang dinamis menjadi kunci utama kokohnya mental bertanding para siswa di podium debat.

Pembina Debat MAN 1 Kota Gorontalo, Jefri Abdul, membeberkan bahwa tantangan utama dalam kompetisi tahun ini adalah kedalaman analisis mosi yang menuntut riset mendalam.Namun, kedisiplinan para siswa dalam membedah kasus menjadi pembeda di lapangan.

"Kami menerapkan metode latihan intensif yang berfokus pada penguatan struktur argumen (case building) dan kecepatan merespons interupsi lawan. Kunci kemenangan anak-anak adalah ketenangan dan validitas data yang mereka bawa. Lolosnya Anirsa dan Raqqat ke tingkat provinsi adalah buah manis dari kerja keras itu. Kini, fokus kami langsung dialihkan untuk mempersiapkan strategi baru yang lebih tajam demi menghadapi perwakilan dari kabupaten lain di tingkat provinsi," kata Jefri Abdul.

Anirsa Nur Nahrisya mengaku bersyukur atas capaian yang diraihnya. “Prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta berbicara di depan publik. Terima kasih kepada para pembina, guru, dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Muhammad Raqqat Engahu mengatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim. “Kami berlatih secara intensif dan saling mendukung selama proses persiapan. Semoga di tingkat provinsi nanti kami dapat memberikan hasil yang lebih baik lagi,” katanya.

Sorotan performa individu juga mendapat apresiasi dari sesama kompetitor. Baik Anirsa Nur Nahrisya maupun Muhammad Raqqat Engahu mengakui bahwa atmosfer kompetisi tingkat kota memberikan pelajaran berharga mengenai manajemen waktu dan retorika yang persuasif.

Dengan hasil ini, MAN 1 Kota Gorontalo kini tengah menyusun peta jalan pengayaan materi bersama tim pembina. Langkah tersebut diambil guna memastikan bahwa delegasi yang dikirimkan nanti mampu mempertahankan ritme superioritas argumen dan membawa pulang trofi juara di tingkat Provinsi Gorontalo.

_Airahptia

0 Comments

Write a Review

Your email address will not be published. Required fields are marked *