Wakilkan Gorontalo di MTQ Nasional XXXI, Dua Siswa MAN 1 Kota Gorontalo Unjuk Kebolehan di Semarang
KOTA GORONTALO – Dua siswa terbaik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Gorontalo sukses menyelesaikan tugas memperkuat Kafilah Provinsi Gorontalo pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September 2026. Ajang bergengsi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh LPTQ Nasional bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini bertujuan membumikan Al-Qur'an serta memperkuat nilai-nilai spiritual dan etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kedua delegasi madrasah tersebut adalah Fadila Ismail yang berlaga di cabang Hifzhil Qur'an kategori 1 Juz dan Tilawah, serta Munadhil yang bertanding pada kategori Tahfidz 10 Juz.
Meski langkah kedua qari dan hafiz muda ini belum sampai mempersembahkan trofi juara di tingkat nasional, penampilan konsisten serta ketenangan mental yang dipamerkan di panggung utama mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pimpinan madrasah. Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Dr. H. Karjianto, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan bahwa pencapaian menembus kualifikasi nasional merupakan bagian dari proses panjang pembentukan karakter unggul.
> "Kami sangat bangga dan memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas perjuangan Fadila dan Munadhil. Bisa berdiri di panggung nasional mewakili Provinsi Gorontalo adalah sebuah kehormatan dan prestasi tersendiri. Meskipun belum membawa pulang gelar juara, mereka telah membuktikan kapasitasnya dan memberikan performa terbaik. Ini adalah batu loncatan yang sangat berharga untuk penempaan kualitas hafalan dan mental bertanding mereka ke depan," ujar Karjianto, Kamis (24/09/2026).
Senada dengan hal tersebut, Pembina MTQ MAN 1 Kota Gorontalo, Sugeng Santosa, S.Pd., menyampaikan bahwa persaingan di ajang nasional memberikan pengalaman klinis yang tidak didapatkan dalam latihan harian.

> "Evaluasi teknis menunjukkan bahwa anak-anak kita mampu bersaing secara tajam dalam ketepatan tajwid, tajamnya fashahah, serta keutuhan hafalan. Kompetisi skala nasional menuntut ketahanan mental yang luar biasa. Fadila dan Munadhil sudah tampil sangat maksimal dan tidak gentar menghadapi utusan dari seluruh provinsi. Pengalaman berharga dari Semarang ini akan menjadi materi evaluasi penting untuk persiapan ajang-ajang berikutnya," kata Sugeng Santosa.
Pengalaman tampil di panggung nasional turut meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Fadila Ismail mengungkapkan rasa syukur serta komitmennya untuk terus mengasah kemampuan lantunan Al-Qur'an usai berkompetisi di kancah nasional.
> "Bisa berdiri di mimbar MTQ Nasional mewakili nama Gorontalo adalah pengalaman yang luar biasa dan sangat mendewasakan. Kami telah berikhtiar menampilkan yang terbaik yang kami bisa di hadapan dewan hakim. Hasil ini menjadi pelecut semangat bagi saya dan Munadhil untuk belajar lebih giat, memperbaiki kekurangannya, dan terus menjaga kelestarian hafalan Al-Qur'an," ungkap Fadila Ismail.
Melalui keikutsertaan dua duta terbaiknya di ajang MTQ Nasional XXXI ini, MAN 1 Kota Gorontalo kian mengukuhkan komitmennya dalam mencetak generasi Qur'ani yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual serta berakhlak mulia demi kemajuan daerah dan bangsa.


0 Comments