Wakili Gorontalo di Ajang OSN Nasional 2026, Siswa MAN 1 Kota Gorontalo Unjuk Gigi di Cabang Fisika
MALANG – Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Gorontalo, Wahyu Fa'iq Lahay, resmi menyelesaikan seluruh tahapan ujian pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Nasional Tahun 2026. Berdiri sebagai utusan Provinsi Gorontalo pada cabang mata pelajaran Fisika, Wahyu telah merampungkan rangkaian kompetisi sains bergengsi yang berlangsung sejak 14 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.

Keikutsertaan ini menjadi babak puncak setelah Wahyu berhasil menyingkirkan ratusan pesaing pada seleksi ketat tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Di Malang, ia beradu ketajaman analisis, pemecahan masalah kompleks, serta pemahaman teori fisika tingkat tinggi menghadapi para talenta sains terbaik dari 38 provinsi di Indonesia. Saat ini, Wahyu beserta tim pendamping tinggal menunggu pengumuman hasil akhir kompetisi yang rencananya akan diumumkan secara resmi pada Sabtu (19/09/2026) mendatang.
Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Dr. H. Karjianto, S.Pd.I., M.Pd., menyatakan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan anak didiknya menuntaskan kompetisi sains paling bergengsi di Indonesia tersebut. > "Bisa berdiri dan menyelesaikan ujian di kancah nasional sebagai perwakilan resmi Provinsi Gorontalo adalah pencapaian yang luar biasa. Perjuangan Wahyu membuktikan bahwa kualitas pendidikan sains di lingkungan madrasah mampu bersaing sejajar dengan sekolah-sekolah unggulan lain di Indonesia. Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Gorontalo agar Wahyu mendapatkan hasil terbaik dan mampu membawa pulang medali," ungkap Karjianto.
Guna memastikan kesiapan kompetitor daerah ini, pihak madrasah telah merancang skema pendampingan terstruktur jauh sebelum keberangkatan ke Jawa Timur. Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Akademik, Fitri I. Salilama, S.Ag., menegaskan bahwa manajemen madrasah memberikan pengawalan penuh dari aspek teknis maupun kelembagaan. > "Kami dari tim akademik terus mengawal dari proses karantina hingga pengerjaan ujian selesai. Pengayaan materi soal-soal standar nasional dan internasional sudah dipadatkan sebelum berangkat. Harapan kami, apa pun hasilnya nanti pada tanggal 19 September, pengalaman berharga di Universitas Muhammadiyah Malang ini menjadi pijakan penting untuk mengasah kematangan berpikir ilmiah siswa," tutur Fitri.
Di lokasi kompetisi, proses pendampingan berjalan secara langsung demi menjaga stabilitas mental dan fokus bertanding peserta selama merampungkan seluruh sesi soal. Guru Pendamping OSN Fisika MAN 1 Kota Gorontalo, Siti Nurain Arifin, S.Pd., menyampaikan bahwa Wahyu telah tampil maksimal dalam melewati seluruh rangkaian ujian teori maupun praktikum. > "Tantangan di tingkat nasional sangat dinamis, terutama pada tipe soal eksperimen dan teori yang membutuhkan akurasi logika yang presisi. Wahyu sudah menyelesaikan seluruh tahapan ujian dengan penuh fokus dan determinasi tinggi. Saat ini tugas utama Wahyu telah selesai dengan baik, dan kami tinggal mengawal proses akhir sembari berserah diri menunggu pengumuman resmi pada 19 September mendatang," jelas Siti Nurain langsung dari arena perlombaan.
Ajang OSN Nasional 2026 tidak hanya menjadi tolok ukur keunggulan akademik antarwilayah, tetapi juga ajang pembuktian kapasitas riset dan penalaran generasi muda. Hasil akhir dari pertarungan sains tingkat nasional ini dijadwalkan akan diumumkan pada Sabtu (19/09/2026).


0 Comments