Relawan Anti Narkoba MAN 1 Kota Gorontalo Edukasi Santri Al Islam melalui Program \"RAN Goes to Scho

Relawan Anti Narkoba MAN 1 Kota Gorontalo Edukasi Santri Al Islam melalui Program \"RAN Goes to Scho

GORONTALO– Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memerangi peredaran gelap narkotika di kalangan pelajar, organisasi Relawan Anti Narkoba (RAN) MAN 1 Kota Gorontalo menggelar aksi edukasi bertajuk "RAN Goes to School". Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Islam Kota Gorontalo pada Senin (11/05/2026). Program ini dirancang khusus untuk memperkuat benteng pertahanan generasi muda terhadap ancaman narkotika. Melalui pendekatan sebaya (peer-to-peer), para relawan berusaha meningkatkan kesadaran serta pengetahuan para santri mengenai dampak destruktif narkoba dari berbagai aspek, baik kesehatan maupun hukum. Kepala Madrasah MAN 1 Kota Gorontalo, Karjianto, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif para siswanya yang bersedia mengambil peran aktif di masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud dari kepedulian sosial dan tanggung jawab moral sebagai pelajar yang sadar akan bahaya narkotika.

"Kami sangat mendukung langkah progresif yang diambil oleh para siswa dalam organisasi RAN ini. Edukasi yang dilakukan di Pondok Pesantren Al Islam membuktikan bahwa semangat pencegahan narkoba harus bersifat inklusif dan menjangkau seluruh lini pendidikan. Harapan kami, kegiatan ini mampu menciptakan lingkungan sekolah yang benar-benar bersih dari pengaruh zat terlarang," ujar Karjianto.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang dilanjutkan dengan sesi perkenalan profil organisasi RAN MAN 1 Kota Gorontalo. Para peserta kemudian menerima materi mendalam terkait jenis-jenis Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA), strategi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), hingga ulasan mengenai Undang-Undang Narkotika yang berlaku di Indonesia. Pembina Organisasi RAN MAN 1 Kota Gorontalo, M. Junaidi Maksum, yang turut mendampingi langsung para siswa di lokasi, menekankan pentingnya penguasaan literasi narkoba sejak dini agar para santri tidak mudah terjerumus oleh informasi yang keliru.
 

"Fokus utama kami hari ini adalah membekali para santri dengan pemahaman komprehensif mengenai bahaya nyata narkotika. Kami tidak hanya memaparkan dampak buruknya bagi tubuh, tetapi juga konsekuensi hukum yang sangat berat. Antusiasme para santri dalam sesi tanya jawab tadi menunjukkan bahwa mereka sangat peduli dan ingin menjadi bagian dari solusi dalam memerangi narkoba di Gorontalo," jelas M. Junaidi Maksum. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang memberikan ruang bagi para santri untuk berdiskusi langsung mengenai berbagai fenomena penyalahgunaan obat-obatan di lingkungan sekitar. Melalui program ini, RAN MAN 1 Kota Gorontalo berharap dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk bersama-sama menciptakan generasi emas yang sehat, cerdas, dan bebas narkoba.

0 Comments

Write a Review

Your email address will not be published. Required fields are marked *