Nakhodai Forum Kepala Madrasah, Karjianto Sinergikan Peningkatan Mutu Lewat Madrasah Camp 2026
BOALEMO – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo menggandeng Forum Kepala Madrasah (FKM) Provinsi Gorontalo resmi menggelar kegiatan akbar "Madrasah Camp" guna mendongkrak mutu kekaryaan dan kualitas tata kelola kelembagaan. Agenda yang berlangsung dari Minggu hingga Senin, 14–15 Juni 2026 ini, dipusatkan di Villa Kencana, Kabupaten Boalemo.

Kegiatan strategis ini dibuka langsung oleh Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Mahmud Y. Bobihu, dengan didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Masjrul Janto Usman. Perhelatan ini dihadiri secara masif oleh jajaran kepala madrasah, Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU), serta perwakilan guru dari berbagai tingkat madrasah se-Provinsi Gorontalo.
Dalam momentum ini, sorotan tertuju pada Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Dr. Karjianto, M.Pd., yang bertindak dalam kapasitas strategisnya sebagai Ketua Forum Kepala Madrasah Provinsi Gorontalo. Di bawah koordinasinya, FKM sukses menjembatani pelaksanaan forum kolaboratif luar ruangan (outdoor) yang inklusif ini.
Sebagai pimpinan FKM sekaligus Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Karjianto menegaskan bahwa Madrasah Camp dirancang bukan sekadar untuk rekreasi, melainkan ruang akselerasi mutu kepemimpinan.
"Madrasah Camp ini merupakan ruang refleksi sekaligus konsolidasi gagasan antar-kepala madrasah dan elemen penting pendukungnya di seluruh Gorontalo. Kita ingin memecahkan sekat-sekat birokrasi dan membangun sinergi yang kokoh. Sebagai Ketua Forum, saya berharap pola komunikasi kasual namun substansial di alam terbuka seperti ini melahirkan terobosan baru demi pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan madrasah kita," ujar Karjianto.
Saat membuka kegiatan, Plt. Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Mahmud Y. Bobihu, memberikan arahan fundamental terkait arah kebijakan madrasah masa kini. Beliau menekankan bahwa madrasah harus terus melangkah maju dan mempertahankan kebanggaan atas capaian para siswa yang telah menembus prestasi tingkat nasional hingga internasional. Namun, ia memberikan catatan kritis mengenai esensi lembaga pendidikan keagamaan.
"Saya berharap madrasah di Gorontalo makin maju. Kita semua tentu bangga anak-anak kita mampu mengukir prestasi ke tingkat nasional bahkan internasional. Lewat Madrasah Camp ini, kita berharap lahir program-program strategis yang kreatif dan inovatif, yang mampu menarik minat masyarakat luas untuk masuk ke madrasah," tutur Mahmud Y. Bobihu.
Lebih lanjut, Kakanwil mengingatkan seluruh kepala madrasah agar tidak terjebak pada pemburuan piala semata.
"Saya tegaskan bahwa madrasah saat ini tidak boleh hanya mengejar prestasi akademik dan non-akademik saja. Hal yang jauh lebih utama dan tidak boleh diabaikan adalah menjaga integritas madrasah. Prestasi tanpa integritas akan kehilangan maknanya," tegas Kakanwil.
Menyambung arahan Kakanwil, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Gorontalo, Masjrul Janto Usman, menyatakan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk menindaklanjuti hasil evaluasi kepemimpinan yang telah berjalan. Ia menegaskan bahwa hasil uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) yang telah dilaksanakan sebelumnya akan disampaikan secara transparan dalam rangkaian kegiatan ini.
"Hasil dari fit and proper test kemarin akan kami sampaikan langsung di sini. Tujuannya agar setiap kepala madrasah bisa segera melakukan penyesuaian dan reorientasi terhadap visi-misi madrasah yang mereka pimpin agar selaras dengan target wilayah. Kegiatan ini memang sengaja dirancang sedemikian rupa untuk mendongkrak mutu kepala madrasah melalui program-program kerja terbaik," jelas Masjrul Janto Usman.
Superioritas tata kelola kelembagaan MAN 1 Kota Gorontalo juga tergambar dalam keterlibatan tim penuh yang diboyong oleh Karjianto dalam kegiatan ini. Delegasi MAN 1 Kota Gorontalo diperkuat oleh Kaur TU, Taufik S. Djuma, para Wakil Kepala Madrasah (Wakamad), Tim Pengembang Madrasah, serta Operator Madrasah.
Kehadiran tim berlapis ini sengaja dibentuk oleh Karjianto untuk menunjukkan bahwa peningkatan kualitas madrasah harus melibatkan integrasi antara kebijakan pimpinan, akuntabilitas administrasi, serta kesiapan data digital pasca-evaluasi kelayakan jabatan.
"Peningkatan mutu dan penegakan integritas tidak bisa berjalan jika kepala madrasah berjalan sendiri. Oleh karena itu, menyikapi hasil evaluasi, arahan Kakanwil, serta penyelarasan visi-misi baru nanti, saya membawa tim lengkap dari MAN 1 Kota Gorontalo—mulai dari lini tata usaha, tim pengembang, hingga operator. Kami ingin langsung mengeksekusi program terbaik yang dirumuskan dalam camp ini," tambah Karjianto.
Melalui pelaksanaan Madrasah Camp 2026 ini, komitmen bersama yang digagas oleh Forum Kepala Madrasah di bawah kepemimpinan Dr. Karjianto diharapkan tidak hanya melahirkan lembaran program kerja di atas kertas, melainkan mampu menjadi titik balik bagi seluruh madrasah se-Provinsi Gorontalo untuk bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang kompetitif di kancah global, tanpa sedikit pun menegasikan nilai integritas dan akhlakul karimah yang menjadi roh utama madrasah.


0 Comments