Dominasi Debat Regional: MAN 1 Kota Gorontalo Kawinkan Gelar Juara 1 NSDC dan LDBI Provinsi 2026

Dominasi Debat Regional: MAN 1 Kota Gorontalo Kawinkan Gelar Juara 1 NSDC dan LDBI Provinsi 2026

KOTA GORONTALO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Gorontalo menancapkan dominasi kuat dalam ajang adu argumentasi tingkat pelajar dengan menyabet predikat Juara 1 pada dua kategori sekaligus, yakni National Schools Debating Championship (NSDC) dan Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) tingkat Provinsi Gorontalo tahun 2026. Kompetisi ketat berskala regional ini berlangsung secara resmi di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo pada Rabu (15/07/2026).

Puncak podium pada dua kategori bergengsi tersebut berhasil diamankan oleh dua delegasi terbaik madrasah. Mohamad Rakkat Engahu sukses mengamankan gelar Juara 1 NSDC (Debat Bahasa Inggris), sementara Anirsa Nur Nahrisya melengkapinya dengan merengkuh trofi Juara 1 LDBI (Debat Bahasa Indonesia).

Keberhasilan mengawinkan gelar juara ini menjadi pembuktian nyata atas efektivitas pola pembinaan bakat di lingkungan madrasah. Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Karjianto, menyampaikan apresiasi tinggi sekaligus menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan refleksi dari iklim akademik madrasah yang adaptif terhadap pengembangan daya nalar kritis.

"Kami di manajemen madrasah selalu berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi pengembangan potensi adaptif siswa. Prestasi ganda di bidang debat bahasa Inggris dan bahasa Indonesia ini menjadi bukti otentik bahwa pola didik kita mampu melahirkan generasi yang tidak hanya kokoh secara spiritual dan keagamaan, tetapi juga memiliki ketajaman berpikir logis, wawasan global, serta kemampuan komunikasi publik yang sangat kompetitif. Ini adalah standar baru yang akan terus kami pertahankan," tegas Karjianto, Jumat (17/07/2026).

Di balik performa impresif kedua orator muda tersebut, terdapat peran taktis dari Lembaga Eksekutif Debat (LED) MAN 1 Kota Gorontalo. Di bawah arahan Mohamad Jefri N. Abdul, S.Pd., selaku pembina LED, para siswa digembleng melalui latihan intensif serta simulasi berkala untuk memetakan mosi-mosi kompleks sebelum turun ke arena kompetisi.

Selaku pembina pendamping, Mohamad Jefri N. Abdul, menyatakan bahwa ketenangan mental dan kedalaman analisis menjadi kunci utama anak didiknya dalam mematahkan argumentasi lawan di babak final.

"Ini adalah buah dari konsistensi, kerja keras anak-anak, dan dukungan penuh dari seluruh civitas akademika MAN 1 Kota Gorontalo. Karakter mosi tahun ini menuntut pembacaan data yang kuat dan eksekusi retorika yang matang. Selamat kepada Rakkat dan Anirsa. Namun, saya ingatkan bahwa perjuangan belum selesai karena tantangan di tingkat nasional sudah menanti dengan tensi yang jauh lebih tinggi," ujar Jefri.

Dengan hasil ini, Mohamad Rakkat Engahu dan Anirsa Nur Nahrisya secara resmi akan menjadi bagian dari delegasi Provinsi Gorontalo untuk bertarung di tingkat nasional. Pihak madrasah kini tengah mempersiapkan program pemantapan materi lanjutan guna memastikan kedua debater tersebut mampu mempertahankan performa terbaik mereka di fase berikutnya.

Keberhasilan MAN 1 Kota Gorontalo memborong dua gelar juara debat di tingkat provinsi ini mengirimkan sinyal kuat mengenai peta kekuatan baru pendidikan berbasis sains dan humaniora di Gorontalo. Dengan menembus batas stigma madrasah konvensional, institusi ini membuktikan bahwa integrasi antara kurikulum modern, bimbingan yang terstruktur, dan daya kritis siswa mampu melahirkan inkubator pemikir muda yang siap menguji gagasan serta membawa nama harum daerah di pentas nasional.

0 Comments

Write a Review

Your email address will not be published. Required fields are marked *