Bukan Sekadar Bicara, FLS dan Duta Literasi MAN 1 Kota Gorontalo Kupas Tuntas Seni Pidato Berkelas d
GORONTALO – Perpustakaan At-Ta'lim MAN 1 Kota Gorontalo menjadi pusat pengembangan bakat komunikasi bagi generasi muda pada Sabtu, 4 April 2026. Melalui program bertajuk Gema Literasi, Forum Literasi Siswa (FLS) bersama Duta Literasi madrasah setempat sukses menyelenggarakan ajang inklusif yang terbuka bagi masyarakat umum guna mengasah kemahiran dalam berpidato.

Kegiatan ini menghadirkan jajaran pemateri berkualitas yang memberikan bimbingan intensif bagi para peserta yang ingin mempertajam kepercayaan diri di depan publik. Gema Literasi dikemas dalam dua rangkaian utama, yakni sesi PELITA (Penyaluran Literasi & Inovasi Terampil) yang membedah tuntas mengenai sistematika pidato yang runut dan efektif, serta sesi diskusi buku yang mengulas karya Andrea Hirata berjudul Guru Aini.
Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Karjianto, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan yang diinisiasi oleh para siswanya tersebut. Menurutnya, penguasaan teknik pidato merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki siswa sebagai calon pemimpin masa depan.
"Kami sangat mendukung Gema Literasi sebagai wadah aktualisasi diri. Kemampuan menyampaikan gagasan melalui pidato yang sistematis bukan sekadar keterampilan bicara, melainkan cerminan kedalaman berpikir. Dengan memahami struktur pidato yang benar dan mendalami literasi melalui diskusi buku, siswa sedang membangun pondasi intelektual yang kuat," ujar Karjianto.
Senada dengan hal tersebut, Pembina Forum Literasi Siswa, Megawaty Harun, yang turut mendampingi jalannya acara, menekankan pentingnya korelasi antara teknik berbicara dan penguasaan materi bacaan bagi seorang pembicara.

"Tujuan utama kami adalah memfasilitasi siapa saja yang ingin menguasai seni berpidato. Namun, pidato yang berbobot memerlukan wawasan yang luas. Itulah mengapa kami menyandingkan pelatihan sistematika pidato dengan diskusi buku Guru Aini. Kami ingin para peserta menyadari bahwa kemampuan pidato yang memukau selalu berakar dari kebiasaan membaca yang kuat," ungkap Megawaty.
Melalui sinergi antara pelatihan teknis dan bedah literatur ini, Gema Literasi diharapkan mampu menjadi pemantik bagi masyarakat umum, khususnya para pelajar di Gorontalo, untuk lebih percaya diri dalam menyampaikan pesan dan menjadikan buku sebagai referensi utama dalam setiap tutur kata.


0 Comments